RSS

tugas proposal kuantitatif sng marai edan

PROPOSAL PENELITIAN TENTANG PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MENGGAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA  SISWA SMP  KELAS VII tahun ajaran 2011-2012
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS  MATA KULIAH PENELITIAN KUANTITATIF
DI SUSUN OLEH
Nama     :Dhanar Wiyanti S
Nim        :K3210015

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS  NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA

Judul Penelitian
“ Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler  Menggambar terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Seni Budaya   Siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo  Boyolali Tahun Ajaran  2012/2013

BAB I
Latar Belakang
Pentingnya Pendidikan yang dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, dengan  pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosio budaya di mana dia hidup.Namun pada era Globalisasi  ini banyak sekali siswa yang tak mampu menyeimbangkan kegiatan tambahan di luar jam sekolah  dengan  kegiatan Belajar  Mengajar di Sekolah .
Sekolah sebagai Instansi yang terkait, menfasilitasi siswa agar dapat mengembangkan kreatifitas siswa dengan adanya suatu wadah kegiatan yang di sebut ekstrakulikuler  salah satunya dengan ekstrakulikuler menggambar .
Untuk meningkatkan daya kreasi dan imajinasi serta psikomotorik siswa. Sekolah mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik. setiap siswa bebas memilih beberapa kegiatan ekstra yang paling disukai
Pada siswa kelas VII SMP N 1 Selo Boyolali dalam mengikuti mata pelajarn seni budaya terdapat ketertariakan karena mereka telah merasa senang dengan kegiatan menggambar di luar pembelajaran Seni Budaya.Namun dengan ketertarikan tersebut tidak menjamin bahwa prestasi belajar siswa akan baik. Harus terdapat suatu pembekalan kreativitas oleh pendidik dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam mata pelajaran seni budaya terutama yang berkaitan dengan Seni Rupa. Siswa perlu  adanya suatu pendidik yang dapat mengembangkan kemampuan yang telah di milki siswa yang tertarik dengan kegiatan menggambar.
Berdasarkan latar belakang yang di kemukakan di atas, maka perlu di adakan penelitian dengan judul“ Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler  Menggambar terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali Tahun Ajaran  2012/2013 “
Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah yang di uraikan di atas , maka dapat di identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.    Belum mampu siswa menyeimbangkan kegiatan ekstrakulikuler dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah
2.    Minat siswa dalam Kegiatan Ekstrakulikuler belum tersalurkan  dengan baik
3.    Pemilihan kegiatan Ekstrakulikuler yang kurang tepat sehingga mempengaruhi prestasi belajar siswa

PEMBATASAN MASALAH
Untuk menghindari penafsiran yang salah dalam penelitian ini, masalah penelitian di batasi dengan memusatkan perhatian pada Kegiatan Ekstrakulikuler menggambar dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali tahun ajaran 2012/2013.

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah , maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
b.    Adakah pengaruh  positif  yang signifikan antara kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya  siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali tahun ajaran 2012/2013?
c.    Seberapa besar  pengaruh  positif yang signifikan  antara    kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya  siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali tahun ajaran 2012/2013?

Tujuan Penelitian
Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :
d.    Untuk mengetahui apakah ada pengaruh  positif yang signifikan antara  kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya  siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali  tahun ajaran 2012/2013.
e.    Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh positif  yang signifikan  antara  kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya  siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali tahun ajaran 2012/2013
Manfaat Penelitian
Manfaat yang di dapatkan atas terlaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut: Manfaat  secara Teoritis
Secara teoritis penelitian bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar yang kurang , memperluas wawasan pengetahuan atau kemampuan meningkatkan nilai sikap dalam rangka penerapan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dan kurikulum sekolah.
Manfaat  secara praktis
1.    Sebagai masukan agar siswa mampu mengetahui  secara rinci pengaruh yang timbul  antara kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya .
2.    Sebagai masukan untuk instansi yang berwenang agar dapat mengetahui seberapa besar pengaruh  yang timbul antara kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.    Teori Kegiatan Ekstrakurikuler
Untuk meningkatkan daya kreasi dan imajinasi serta psikomotorik siswa,  sekolah mengadakan berbagai kegiatan di luar jam Pelajaran yang di sebut kegiatan Ekstrakulikuler.
Menurut  Mohammad Daud Ali(2000) , Kegiatan Ekstrakulikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan diluar jam sekolah yang telah di tentukan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Dan kegiatan ini juga di maksudkan untuk lebih mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan
Kegiatan Ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik akan berpengaruh dengan prestasi belajar siswa . Setiap siswa bebas memilih beberapa kegiatan ekstrakulikuler  yang paling disukai
2.    Prestasi belajar adalah salah satu bukti yang menunjukkan kemampuan atau keberhasilan seseorang yang melakukan proses belajar sesuai dengan bobot atau nilai  yang berasil di raihnya(Wingkel:1996)
Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

KERANGKA PEMIKIRAN
Berdasarkan teori di atas dapat di bangun kerangka pemikiran Kegiatan Ekstrakulikuler menggambar
PERUMUSAN HIPOTESIS
Di duga ada pengaruh  positif yang signifikan antara  kegiatan ekstrakulikuler menggambar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selo Boyolali tahun pelajaran 2012-2013 .

BAB III
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Tempat Penelitian ini di laksanakan
Tempat     : SMP Negeri 1 Selo  Kabupaten Boyolali
Alamat    : Jln Ki Hajar Saloka Km.1 ,Selo ,Boyolali.
Waktu    penelitian
Penelitian ini di rencanakan akan dilaksankan pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Pelaksanaan penelitian di rencanakan akan secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut:
Tahap persiapan, dilaksanakan pada tanggal 1 November 2012 sampai tanggal 1 januari 2013 meliputi penyusuna proposal, perijinan, survey sekolah dan konsultasi instrument penelitian.
Tahap Pelaksanaan , dilaksanakan pada bulan 1 maret 2013 samapai 30 April 2013 seliputi semua kegiatan yang dilakukan dilapangan yaitu pengumpulan data dan analisis data dengan rincian

1Maret  -30 APRIL 2013
M-1    M-2    M-3    M-4
Observasi
Dokumentasi
Angket

POPULASI DAN SAMPEL
Di tinjau dari lapangan di peroleh populasi ini adalah seluruh  siswa SMP Negeri 1 Selo kelas VII dan VIII yang mengikuti Ekstrakulikuler

Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Siswa kelas VII yang mengikuti Ekstrakulikuler Menggambar yang berjumlah 10 siswa kelas VII SMP Negeri 1 selo, Boyolali tahun ajaran  2012/2013
Dalam penelitian ini , proses pengambilan sampling di lakukan menggunakan Random Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setia anggota yang menjadi anggota sampel.
Sampel
Sampel dalam penelitian ini di ambil dari sebagian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler menggambar. Jumlah anggota yang mengikuti kegiatan sejumlah 10 siswa, dan di ambil 5 siswa .
Teknik Pengambilan Sampel menggunakan teknik random / acak karena di pilih bila populasi bersifat homogen. Dilakukan melalui tabel bilangan random

TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Variabel Penelitian terbagi menjadi 2 yaitu
Variabel terikat
Prestasi Belajar (Y)
Variabel bebas
Kegiatan Ekstrakulikuler Menggambar  (X)
Teknik Pengumpulan data dari 10 siswa Responden pada hari Efektif (Senin – Sabtu) bulan September – Desember  2012 melalui
Studi observasi
Studi observasi di lakukan untuk melihat secara langsung kegiatan apa saja yang di lakukan oleh siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler menggambar.
Studi dokumentasi
Studi dokumentasi dalam pengumpulan data penelitian ini di tujukan untuk memperoleh data langsung dari rapor siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler menggambar
Studi Angket
Studi angket di sebarkan pada 10 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler menggambar. Pemilihan dengan model angket ini , didasarkan atas alasan bahwa (1). Responden memilki waktu untuk menjawab pertanyaan – pertanyan yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakulikuler menggambar (2). Responden mempunyai kebebasan dalam memberikan jawaban.

RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini di lakukan dengan teknik point biserial

Keterangan    :
X= Kegiatan Ekstrakulikuler Menggambar
Y= Prestasi Belajar siswa dalam pelajaran Seni Budaya
Teknik Analisis Data
Pengelolaan data guna di analisa di ambil dari hasil Kegiatan Ekstrakulikuler Menggambar (X) dan Prestasi Belajar Siswa(Y).
Dengan menggunakan Teknik Point Biserial rumus sebagai berikut:

Keterangan
Rbis    = Koefisien poin biserial
Mp        = Mean skor dari Siswa – siswa yang menjawab betul
Mt        = Mean skor total (skor rata-rata )
St        = Standart deviasi
P        = Proporsi siswa yang menjawab betul
q        =1-p
2. Uji Keberatian Koefisien Korelasi
Kriteria pengujian
Tolak ho jika t hitung > t tabel dalam hal ini Ho di terima pada α=0,05

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2012 in Uncategorized

 

tugas marai ngelu

Tentang persepsi dan imajinasi
Dalam buku halaman  67-72 yang berkaitan Tentang Persepsi dan imajinasi
Dalam Persepsi dan imajinasi, membahas suatu masalah yang sangat berkaitan dengan daya imajinasi anak, dan Satu  tokoh insinyur yang terkenal Insinyur Galton menyebutkan contoh dalam pengalaman pribadi sendiri dimana kemampuan menvisualisasi telah di perkuat dengan praktik,  yang memiliki kekuatan mengingat bentuk dengan persepsi yang tidak biasa, tapi bukan soal  warna
Dengan cara berusaha secara sungguh – sungguh untuk  memperoleh kekuatan yang bersumber dari banyaknya kesenangan yang dimiilki dalam diri sendiri , seseorang akan  melatih  sebuah kemahiran  tentang ingatan warna. Namun  usaha keras untuk memperkuat kelemahan tentang imajinasi, belum menemukan suatu kesuksesan. Itu mungkin sedikit sulit , fakta-fakta Hogard yang tegas telah dikatakan sebagai kemungkinan.  Untuk orang dewasa yang  meningkatkan kekuatan imajinasi tersebut.
Dengan cara   berdiskusi dengan anak, terdapat sebuah pertanyaan yang menjadi dasar  suatu pelatihan,”Tidak banyak pendidik yang dapat mendidik dimana mereka mengalami athopia(memperkuat satu yang telah menjadi lemah)” .Dan jika kita akan menerima dugaan sementara tersebut akan  menjadi suatu kelaziman dari watak yang eidetic tersebut  yang terdapat dalam anak kecil. Satu yang menjadi amat penting adalah kegunaan ilmu hayat tersebut.
Sebagai contoh yang utama , bahwa usaha pertama dalam pikiran adalah berfikir  dan pikiran yang lain harus disingkirkan. Berbagai pikiran yang telah dipikirkan akan keluar sebagai suatu masalah. Jika mereka berfikir dengan benar, semua akan mencapai penyelesaian yang sama.Tapi dengan cara  berpergian,  mereka semua mungkin akan mendapatkan sesuatu jalan yang berbeda dan  ide datang  dari pemandangan yang lain. Gambar akan menolong sebuah ide dan bila  mereka menghalangi itu , mereka lebih baik meninggalkannya.
Terdapat Pendapat dari orang tua yang lebih terbiasa berpikir abstrak, dan cenderung berpikir melalui kata-kata  berpendapat  bahwa Gambar dunia, setidaknya akan selalu dapat ditemukan ketika kesukaran batin  akan dikurangi menjadi seminimum mungkin , dengan cara  berpikir akan  menjadi lebih cepat, lebih tajam dan lebih logis”
Yang perlu di ingat dalam persepsi dan imajinasi  menurut Darwin adalah tidak di sarankan  bahwa model  pemikiran yang  terpisahkan melarang  pemikiran logis dalam dunia yang toleran, tetapi hanya terlalu jelas bahwa pelatihan diarahkan secara khusus untuk berpikir logis yang  mampu menghasilkan jenis aktivitas imajinatif dan kesenangan sensual. Dan jelas sama  bahwa jenis eidentic ekstrim yang diwakili oleh seniman tertentu tidak mampu  dalam setiap kegiatan mental yang ahli logika menjadi sesuatu yang  dianggap masuk akal,cerdas, teratur. Kedua jenis akan terus ada dan akan memberikan kontribusi pada variasi dialektika di mana  tampaknya bergantung proses biologis,  tetapi tidak mungkin  lagi harus untuk mengarahkan seluruh Sistem pendidikan untuk produksi  yang eksklusif dari jenis-logika.
Ada banyak alasan untuk percaya bahwa anak tidak mampu berpikir  secara logis sebelum usia empat belas tahun, dan setiap usaha untuk memaksa konsep perkembangan awal adalah tidak wajar, dan mungkin berbahaya. Namun kenyataannya adalah jumlah  pengalaman alami, di mana gambar dan persepsi tidak jelas berbeda, dan dalam sifat konsep abstrak adalah asing. Anak-anak, seperti orang liar, seperti binatang, menjalani kehidupan dengan  pengalaman langsung, bukan pada jarak jiwa.Dan pada waktunya mereka harus kehilangan kepolosannya,untuk  menempatkan hal yang jauh dari  kekanak-kanakan.  Sehingga Pertanyaan fundamental muncul  bahwa  Anak  akan dimasukkan ke dalam tempat dari kesadaran yang telah dinikmati mereka.Dan satu-satunya jawaban bahwa peradaban modern dan yang dapat diberikan pendidik adalah kesadaran yang retak (terbagi-bagi), dunia yang terdiri dari kekuatan yang memaksa, sebuah gambar  dunia yang terpisah dari kenyataan, konsep yang terpisah  dari sensasi, terpisahnya  logika dari kehidupan. Dan yang  terbaik yang dapat kita lakukan pemulihkan dengan penggabungan
Dalam persepsi dan imajinasi tujuan dari pendidikan, seni harus untuk menjaga keutuhan alami manusia dan fakultas mentalnya, sehingga ketika anak  beranjak sejak kecil hingga dewasa, dari kebiadaban peradaban, ia tetap mempertahankan kesatuan sadar yang  merupakan satu-satunya sumber harmoni sosial dan kebahagiaan individu walaupun seni telah diserang oleh sikap intelektual yang menghancurkan vitalitas alami. Tidak ada kesulitan sama sekali dalam mengembangkan citra mental anak, dan dalam memperpanjang kegiatan imajinatif untuk menjadi seorang  remaja . Bertentangan dengan seluruh tradisi rasional ada modus visual  yang nyata yaitu “berfikir”, dimana sebuah proses mental yang mencapai efisiensi tertinggi dalam penciptaan karya seni adalah cara berfikir yang mempertahankan kesatuan .
Persepsi dan perasaan ditemukan dalam disposisi eidetik.Kesatuan pokok  berkembang menjadi kesatuan sensibilitas dan alasan (sensasi dan ide-ide) yang merupakan dasar dari semua aktivitas imajinatif dan praktis, namun dalam aspek sosiologis yang lebih luas, disarankan agar cara hidup berbasis pada pengetahuan hubungan alami. Sehingga tujuan pendidikan logis dapat terwujud dalam penciptaan, dimana  dari dalam kemampuan  individu untuk mengintegrasikan pengalaman dalam konsep secara  logis dari alam semesta, akan menghasilkan sebuah konsepsi yang meliputi konsep dogmatis karakter dan moralitas
Sedangkan tujuan pendidikan imajinasi telah cukup dijelaskan oleh plato adalah untuk memberikan kesadaran nyata sensual individu dari harmoni dan ritme yang masuk ke dalam konstitusi semua makhluk hidup dan tanaman yang merupakan dasar formal dari semua karya seni, sampai akhirnya  bahwa anak dalam kehidupan dan kegiatannya, harus mendapatkan bagian rasa hormat yang sama  dan keindahan yang merupakan dasar formal dari semua karya seni, sampai akhir bahwa anak, dalam kehidupan dan kegiatan, harus mendapat bagian dalam karunia dasar  yang sama dan keindahan. Dengan sarana pendidikan seperti itu kita membuat anak menyadari bahwa naluri hubungan akan memungkinkan anak untuk membedakan cantik dari jelek, paten hak paten dari perilaku yang salah, orang yang mulia dari dina. Sehingga seni , harus dipahami secara luas, harus menjadi dasar fundamental pendidikan, mampu memberikan anak tidak hanya kesadaran di mana gambar dan konsep, sensasi dan pikiran, yang berhubungan  dan terpadu, tetapi juga pada saat yang sama, pengetahuan naluriah tentang hukum-hukum alam semesta, dan kebiasaan atau perilaku selaras dengan alam.
Dasar dari eidetik tampaknya melayani tujuan yang sama dalam perkembangan mental anak seperti halnya pengulangan rangsangan situasi. Contoh cara menyenangkan anak adalah dengan  membayangkan gambar : parade tentara, sirkus, perjalanan kereta api, atau bahkan adegan sepele yang  mungkin menghantuinya selama berhari-hari atau berminggu-minggu , perabotannya  adalah bahan menarik untuk kegiatan bermain nya. Kadang-kadang dengan kesulitan anak sehingga anak dapat di bujuk  untuk percaya realitas dalam  gambar hidup. Anak  bereaksi dengan tingkat keseriusan yang sama  untuk situasi rangsangan yang asli . Anak akan  ketakutan oleh gambarnya sendiri  dari hewan liar,  ia puas berjam-jam bermain dengan teman khayalan, dan ia menegaskan secara dogmatis atas realitas yang paling fantastis .
Sebuah periode refleksi diperlukan, di mana anak dapat bereksperimen dengan berbagai cara dengan gambarnya,berbagai variasi perilakunya agar kadang-kadang sesuai dengan  aspek lain dari situasi tersebut, secara bertahap mendapatkan arti  pemahaman penuh dari keseluruhan, dan membangun sikap untuk menentukan respon masa depannya dengan situasi analog sama. Dari proses imajinatif pada anak-anak yang cukup baik dengan pengamatan psikologis umum tentang perkembangan mental anak. Dari berbagai titik mereka melihat pada  periode awal usia anak  di mana anak sedang sibuk mengatur dunia dalamnya citra ke dunia luar. Proses dari sudut psikologis umum di pandang baik sehingga dalam persepsi dan imajinasi akan  berfikir tentang seluruh proses perkembangan mental, dari persepsi terhadap pemikiran abstrak. Kesimpulan Jaensh terhadap Fungsi dari gambar eidetik justru untuk membangun konkrit bahwa dalam objek yang memungkinkan untuk diisolasi, bernama dan disarikan, dan itu pada bangunan bertahap – sampai hubungan yang stabil antara objek nyata yang berpikir abstrak tergantung.

TAKE HOME EXAM UJI KOPETENSI (IV) PROFESI KEPENDIDIKAN

DISUSUN UNTUK MEMENUHI UJI KOPETENSI (IV) MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN

DI SUSUN OLEH

Nama         :Dhanar Wiyanti S
Nim            :K3210015

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  NEGERI SEBELAS MARET
SURAKARTA

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2012 in Uncategorized

 
Image

foto

foto

 
Leave a comment

Posted by on June 2, 2012 in Uncategorized

 

Menanamkan Semangat  calon guru dalam membentuk jiwa yang professional

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.( UU Sisdiknas,Dasar Konsep Pendidikan Moral, 2003, 1). Untuk dapat mewujudkan Usaha sadar tersebut perlu adanya peran guru yang mendampingi peserta didik dalam proses mencapai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan.Sehingga peran seorang uru amatlah penting dalam dunia pendidikan bagi generasi muda di masa depan.

Menurut UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang di kutip oleh Leo Agung Sutimi (2011:25 )  , Guru adalah pendidik yang Profesional dengan tugas utama mendidik , mengajar, membimbing , mengarahkan, melatih , menilai dan mengevaluai peserta didik pada pendidikan  anak usia dini pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah .Dari itulah seorang guru harus di tuntut untuk  professional dalam menjalani  kewajiban dan tugas – tugasnya . Pada pasal 40 ayat (2) UU No.20 Tahun 2003 telah di jelaskan bahwa pendidik (guru ) berkewajiban :”menciptakan suasana pendidikan yang bermakna , menyenangkan , kreatif , dinamis , dan dialogis , mempunyai komitmen secara professional untuk meningkatkan mutu pendidikan , dan memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga , profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang di berikan kepadanya”. Untuk mewujudkan semua itu guru harus melaksanakan kewajiban kewajiban tersebut dengan jiwa yang tulus ikhlas demi kepuasan batin dalam mewujudkan  semangat mengajar dan mendidik secara professional.

 
Leave a comment

Posted by on June 2, 2012 in Uncategorized

 

Hello world!

dhanar wiyanti setyo anggraheni coom back in my blogg….its amazing

 
1 Comment

Posted by on June 2, 2012 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.