RSS

tugas marai ngelu

27 Jun

Tentang persepsi dan imajinasi
Dalam buku halaman  67-72 yang berkaitan Tentang Persepsi dan imajinasi
Dalam Persepsi dan imajinasi, membahas suatu masalah yang sangat berkaitan dengan daya imajinasi anak, dan Satu  tokoh insinyur yang terkenal Insinyur Galton menyebutkan contoh dalam pengalaman pribadi sendiri dimana kemampuan menvisualisasi telah di perkuat dengan praktik,  yang memiliki kekuatan mengingat bentuk dengan persepsi yang tidak biasa, tapi bukan soal  warna
Dengan cara berusaha secara sungguh – sungguh untuk  memperoleh kekuatan yang bersumber dari banyaknya kesenangan yang dimiilki dalam diri sendiri , seseorang akan  melatih  sebuah kemahiran  tentang ingatan warna. Namun  usaha keras untuk memperkuat kelemahan tentang imajinasi, belum menemukan suatu kesuksesan. Itu mungkin sedikit sulit , fakta-fakta Hogard yang tegas telah dikatakan sebagai kemungkinan.  Untuk orang dewasa yang  meningkatkan kekuatan imajinasi tersebut.
Dengan cara   berdiskusi dengan anak, terdapat sebuah pertanyaan yang menjadi dasar  suatu pelatihan,”Tidak banyak pendidik yang dapat mendidik dimana mereka mengalami athopia(memperkuat satu yang telah menjadi lemah)” .Dan jika kita akan menerima dugaan sementara tersebut akan  menjadi suatu kelaziman dari watak yang eidetic tersebut  yang terdapat dalam anak kecil. Satu yang menjadi amat penting adalah kegunaan ilmu hayat tersebut.
Sebagai contoh yang utama , bahwa usaha pertama dalam pikiran adalah berfikir  dan pikiran yang lain harus disingkirkan. Berbagai pikiran yang telah dipikirkan akan keluar sebagai suatu masalah. Jika mereka berfikir dengan benar, semua akan mencapai penyelesaian yang sama.Tapi dengan cara  berpergian,  mereka semua mungkin akan mendapatkan sesuatu jalan yang berbeda dan  ide datang  dari pemandangan yang lain. Gambar akan menolong sebuah ide dan bila  mereka menghalangi itu , mereka lebih baik meninggalkannya.
Terdapat Pendapat dari orang tua yang lebih terbiasa berpikir abstrak, dan cenderung berpikir melalui kata-kata  berpendapat  bahwa Gambar dunia, setidaknya akan selalu dapat ditemukan ketika kesukaran batin  akan dikurangi menjadi seminimum mungkin , dengan cara  berpikir akan  menjadi lebih cepat, lebih tajam dan lebih logis”
Yang perlu di ingat dalam persepsi dan imajinasi  menurut Darwin adalah tidak di sarankan  bahwa model  pemikiran yang  terpisahkan melarang  pemikiran logis dalam dunia yang toleran, tetapi hanya terlalu jelas bahwa pelatihan diarahkan secara khusus untuk berpikir logis yang  mampu menghasilkan jenis aktivitas imajinatif dan kesenangan sensual. Dan jelas sama  bahwa jenis eidentic ekstrim yang diwakili oleh seniman tertentu tidak mampu  dalam setiap kegiatan mental yang ahli logika menjadi sesuatu yang  dianggap masuk akal,cerdas, teratur. Kedua jenis akan terus ada dan akan memberikan kontribusi pada variasi dialektika di mana  tampaknya bergantung proses biologis,  tetapi tidak mungkin  lagi harus untuk mengarahkan seluruh Sistem pendidikan untuk produksi  yang eksklusif dari jenis-logika.
Ada banyak alasan untuk percaya bahwa anak tidak mampu berpikir  secara logis sebelum usia empat belas tahun, dan setiap usaha untuk memaksa konsep perkembangan awal adalah tidak wajar, dan mungkin berbahaya. Namun kenyataannya adalah jumlah  pengalaman alami, di mana gambar dan persepsi tidak jelas berbeda, dan dalam sifat konsep abstrak adalah asing. Anak-anak, seperti orang liar, seperti binatang, menjalani kehidupan dengan  pengalaman langsung, bukan pada jarak jiwa.Dan pada waktunya mereka harus kehilangan kepolosannya,untuk  menempatkan hal yang jauh dari  kekanak-kanakan.  Sehingga Pertanyaan fundamental muncul  bahwa  Anak  akan dimasukkan ke dalam tempat dari kesadaran yang telah dinikmati mereka.Dan satu-satunya jawaban bahwa peradaban modern dan yang dapat diberikan pendidik adalah kesadaran yang retak (terbagi-bagi), dunia yang terdiri dari kekuatan yang memaksa, sebuah gambar  dunia yang terpisah dari kenyataan, konsep yang terpisah  dari sensasi, terpisahnya  logika dari kehidupan. Dan yang  terbaik yang dapat kita lakukan pemulihkan dengan penggabungan
Dalam persepsi dan imajinasi tujuan dari pendidikan, seni harus untuk menjaga keutuhan alami manusia dan fakultas mentalnya, sehingga ketika anak  beranjak sejak kecil hingga dewasa, dari kebiadaban peradaban, ia tetap mempertahankan kesatuan sadar yang  merupakan satu-satunya sumber harmoni sosial dan kebahagiaan individu walaupun seni telah diserang oleh sikap intelektual yang menghancurkan vitalitas alami. Tidak ada kesulitan sama sekali dalam mengembangkan citra mental anak, dan dalam memperpanjang kegiatan imajinatif untuk menjadi seorang  remaja . Bertentangan dengan seluruh tradisi rasional ada modus visual  yang nyata yaitu “berfikir”, dimana sebuah proses mental yang mencapai efisiensi tertinggi dalam penciptaan karya seni adalah cara berfikir yang mempertahankan kesatuan .
Persepsi dan perasaan ditemukan dalam disposisi eidetik.Kesatuan pokok  berkembang menjadi kesatuan sensibilitas dan alasan (sensasi dan ide-ide) yang merupakan dasar dari semua aktivitas imajinatif dan praktis, namun dalam aspek sosiologis yang lebih luas, disarankan agar cara hidup berbasis pada pengetahuan hubungan alami. Sehingga tujuan pendidikan logis dapat terwujud dalam penciptaan, dimana  dari dalam kemampuan  individu untuk mengintegrasikan pengalaman dalam konsep secara  logis dari alam semesta, akan menghasilkan sebuah konsepsi yang meliputi konsep dogmatis karakter dan moralitas
Sedangkan tujuan pendidikan imajinasi telah cukup dijelaskan oleh plato adalah untuk memberikan kesadaran nyata sensual individu dari harmoni dan ritme yang masuk ke dalam konstitusi semua makhluk hidup dan tanaman yang merupakan dasar formal dari semua karya seni, sampai akhirnya  bahwa anak dalam kehidupan dan kegiatannya, harus mendapatkan bagian rasa hormat yang sama  dan keindahan yang merupakan dasar formal dari semua karya seni, sampai akhir bahwa anak, dalam kehidupan dan kegiatan, harus mendapat bagian dalam karunia dasar  yang sama dan keindahan. Dengan sarana pendidikan seperti itu kita membuat anak menyadari bahwa naluri hubungan akan memungkinkan anak untuk membedakan cantik dari jelek, paten hak paten dari perilaku yang salah, orang yang mulia dari dina. Sehingga seni , harus dipahami secara luas, harus menjadi dasar fundamental pendidikan, mampu memberikan anak tidak hanya kesadaran di mana gambar dan konsep, sensasi dan pikiran, yang berhubungan  dan terpadu, tetapi juga pada saat yang sama, pengetahuan naluriah tentang hukum-hukum alam semesta, dan kebiasaan atau perilaku selaras dengan alam.
Dasar dari eidetik tampaknya melayani tujuan yang sama dalam perkembangan mental anak seperti halnya pengulangan rangsangan situasi. Contoh cara menyenangkan anak adalah dengan  membayangkan gambar : parade tentara, sirkus, perjalanan kereta api, atau bahkan adegan sepele yang  mungkin menghantuinya selama berhari-hari atau berminggu-minggu , perabotannya  adalah bahan menarik untuk kegiatan bermain nya. Kadang-kadang dengan kesulitan anak sehingga anak dapat di bujuk  untuk percaya realitas dalam  gambar hidup. Anak  bereaksi dengan tingkat keseriusan yang sama  untuk situasi rangsangan yang asli . Anak akan  ketakutan oleh gambarnya sendiri  dari hewan liar,  ia puas berjam-jam bermain dengan teman khayalan, dan ia menegaskan secara dogmatis atas realitas yang paling fantastis .
Sebuah periode refleksi diperlukan, di mana anak dapat bereksperimen dengan berbagai cara dengan gambarnya,berbagai variasi perilakunya agar kadang-kadang sesuai dengan  aspek lain dari situasi tersebut, secara bertahap mendapatkan arti  pemahaman penuh dari keseluruhan, dan membangun sikap untuk menentukan respon masa depannya dengan situasi analog sama. Dari proses imajinatif pada anak-anak yang cukup baik dengan pengamatan psikologis umum tentang perkembangan mental anak. Dari berbagai titik mereka melihat pada  periode awal usia anak  di mana anak sedang sibuk mengatur dunia dalamnya citra ke dunia luar. Proses dari sudut psikologis umum di pandang baik sehingga dalam persepsi dan imajinasi akan  berfikir tentang seluruh proses perkembangan mental, dari persepsi terhadap pemikiran abstrak. Kesimpulan Jaensh terhadap Fungsi dari gambar eidetik justru untuk membangun konkrit bahwa dalam objek yang memungkinkan untuk diisolasi, bernama dan disarikan, dan itu pada bangunan bertahap – sampai hubungan yang stabil antara objek nyata yang berpikir abstrak tergantung.

TAKE HOME EXAM UJI KOPETENSI (IV) PROFESI KEPENDIDIKAN

DISUSUN UNTUK MEMENUHI UJI KOPETENSI (IV) MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN

DI SUSUN OLEH

Nama         :Dhanar Wiyanti S
Nim            :K3210015

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  NEGERI SEBELAS MARET
SURAKARTA

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: